Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

Islam dan Pergolakan Pemikiran Pra-Modern; Saudi, India, dan Afrika

Gambar
  Oleh Arya Aulia Razmi (Sumber:  sejarah-nusantara.anri.go.id ) Tiga benua, tiga peradaban besar (Romawi, Persia, India), berbagai wilayah iklim seperti gurun, stepa, pegunungan, tundra, dan kepulauan, serta berbagai suku telah dikuasai oleh peradaban Islam sampai abad ke-17 Masehi. Muncul dari tempat yang paling tidak mungkin untuk memunculkan peradaban, yaitu padang tandus semenanjung Arab. Bahkan sungai pun tidak ada, layaknya peradaban besar seperti Mesir, India, dan Cina. Islam mampu menguasai peradaban yang lebih maju dan besar darinya. Menurut penulis, merupakan sebuah keajaiban, baik luas wilayah ekspansi maupun singkatnya waktu perluasan serta penyebaran Islam yang tidak sampai 100 tahun setelah Nabi wafat. Ajaran Islam memunculkan kekuatan yang luar biasa pada jiwa pemeluknya, tidak hanya dibuktikan dengan luas penguasaan wilayah namun juga dengan majunya intelektualitas peradaban. Dengan munculnya pusat-pusat keilmuan seperti di Baghdad dan Cordova yang kelak akan ...

Teologi Modernitas; Muhammad Syahrur dan Gagasan-gagasan Fundamental Ketuhanan untuk Rekonstruksi Islam

Gambar
Oleh Syamsul Wathani (Sumber: halimsambas.blogspot.com) Memahami Teologi Manusia beragama, menjadikan teologi sebagai pemahaman fundamental dalam melaksanakan semua aktivitas keagamaannya. Teologi dapat dipahami dengan kesadaran akan ketuhanan, sifat, asma’ dan af’al- Nya, serta semua hal yang berkaitan dengan ketuhanan, yang termasuk juga pembahasan mengenai kekuasaan Tuhan. Format awal teologi Islam secara sederhana terdapat pada pembahasan ilmu k alam, itulah mengapa banyak pemikir Islam yang menyamakan antara t eologi Islam dan i lmu k alam, meskipun sebagian lain membedakannya. Hal demikian menjadi keniscayaan dari narasi histori kemunculan ilmu kalam yang fragmen awalnya terbentuk dari perdebatan teologis atau perdebatan seputar ketuhanan dalam Islam, yang diawali dengan ketidaksetujuan Wasil bin Atha’ atas pandangan ketuhanan gurunya Hasan Al-Basri dalam sebuah forum kajian. Dalam s ejarah teologi setidaknya dipahami dalam fase teologi klasik yang bersifat teosentris , yang...