Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

Tinjauan Kritis Syakib Arsalan: Orang Islam Mundur dan Lainnya Maju

Gambar
 Oleh Arya Aulia Razmi Salah seorang muballigh hijrah dari Mesir bernama Syekh Muhammad Basiyuni ‘Imran, yang dikirim ke daerah Sambas di pulau Kalimantan pada tahun 1929 M. Mengirimkan surat kepada Syekh Rasyid Ridha yang berisi pertanyaan kenapa umat Islam lemah sedangkan negara-negara Eropa, Amerika, dan Jepang mengalami kemajuan. Meski surat ini dialamatkan kepada Syekh Rasyid Ridha, namun penanya meminta al-Amir Syakib Arslan untuk menjawab pertanyaannya. Syekh Muhammad Basiyuni Imran dalam suratnya lebih rinci mempertanyakan kemana perginya kegemilangan kaum muslim, dan berhakkah kaum Muslim merasa perkasa walau dalam keadaan hina serta tertindas? Sebab munculnya pertanyaan ini juga berdasarkan renungan Syekh Muhammad Basiyuni Imran ketika membaca potongan ayat surat al- Munafiqun ayat 8 yang artinya “Kekuatan atau Keperkasaan itu hanyalah bagi Allah, rasul-Nya, dan bagi orang-orang Mukmin”. Lalu apak...

Melihat Orientalisme dalam Kacamata Intelektual Islam: Antara Kritis dan Apologetis

Gambar
Oleh M. Ihza Fazrian Pendahuluan           Dunia yang semakin modern dengan segala kemajuan yang mengiri ngi nya menuntut segala hal “wajib” untuk menyesuaikan diri dengan zaman. Begitu juga pemikiran agama dengan segala dimensinya. Agama Islam sebagai agama yang penganutnya juga turut mendominasi dunia, tidak bisa dilepaskan sebuah realita bahwa penganutnya sangat yakin dengan dogma-dogma yang lahir dari agamanya. Ini m enyatakan bahwa mereka juga dapat ikut andil dalam memberi sumbangsih pada dunia yang modern ini. Kalau kita masuk kepada hal yang mendasari semangat orang-orang Muslim tersebut, nampaknya yang paling cocok adalah kalimat al-Islamu syamilun likulli zamaanin waa makannin , Islam itu cocok di manapun dan kapanpun.         Namun bila kita merenungkan sejenak kalimat tadi, muncul berbagai pertanyaan yang menuntut pertanggugjawaban atas kalimat yang orang muslim selalu ucapkan tentang kesesuaian semangat tadi. Apakah Is...

Nalar Fanatisme Mazhab sampai Marjinalisasi Intelektualisme

Gambar
Oleh Afda Muhammad           Pengertian “mazhab” (golongan/ sect ) dalam artikel ini tidak spesifik menerangkan apakah mazhab fikih ( fuqaha ), mazhab teologi, atau partai politik suatu wilayah. Melainkan ditafsirkan secara umum, yakni masyarakat secara kolektif dalam koridor apapun yang menolak intervensi atas peluang kebenaran dari eksternal. Akibat sikap fanatisme tersebut, terbitlah marjinalisasi intelektualisme. Maksudnya, peran pemikir seperti filsuf tersingkirkan karena dekapan yang kuat terhadap partai masing-masing. Begitu juga dengan fanatisme. Dalam bahasa Arab “fanatik” bersumber dari at-ta’assub , atau al-‘asabiyah (fanatisme). Al-‘asabiyah   artinya seseorang yang membela sekte atau golongannya baik dalam hal positif maupun negatif, dengan mengajak orang lain.           Awal mulanya umat Muslim memperoleh hukum halal-haram dengan penerimaan wahyu (al-Qur’an). Namun jika belum ada ayat al-Qur’an ( nash ) yang...

Ayatullah Khomeini dan Syiisme: Revitalisasi untuk Revolusi

Gambar
Oleh  Afda Muhammad Sebelum mengalami revolusi pada tahun 1979, Iran telah mengalami sejarah panjang yang kompleks dan berubah-ubah. Konstelasi politik, ekonomi, dan sosial yang ada pada waktu itu sangat beragam, dan pada akhirnya menyebabkan terjadinya Revolusi Iran yang menarik perhatian dunia. Sejarah Iran dimulai dari kekuasaan Dinasti Akhemeniyah pada abad ke-6 SM, dan selanjutnya diperintah oleh beberapa dinasti lainnya termasuk Dinasti Parthia, Sassanid, Samanid, dan Seljuk. Pada abad ke-13, wilayah Iran ditaklukkan oleh Mongol dan kemudian diperintah oleh Dinasti Ilkhanate. Pada abad ke-16, Dinasti Safawiyah memerintah Iran selama lebih dari dua abad, dan membuat Syiah menjadi agama resmi di Iran. Tetapi pada abad ke-20, Iran mengalami sejumlah perubahan signifikan. Setelah penggulingan Perdana Menteri Mohammad Mossadegh pada tahun 1953 oleh Amerika Serikat dan Inggris, kekuasaan diserahkan kepada Mohammad Reza Pahlavi atau Shah Iran. Pahlavi berusaha untuk memode...