Moderasi Beragama Integratif: Perspektif Fethullah Gulen
Oleh Afda Muhammad (Artikel lengkapnya dapat diunduh di sini ) (Sumber: orientxxi.info) Pendahuluan Pemahaman masyarakat terhadap teks-teks agama (al-Qur’ān-hadis), mengakibatkan polarisasi pemeluk agama menjadi dua (2) kutub ekstrem. Satu pihak mengunggulkan teks tanpa melibatkan akal atau nalar, sedangkan kubu satunya mengunggulkan akal daripada teks. Berlebihan pada salah satu kutub tentu tidak dibenarkan, alias dapat mengakibatkan pertikaian sosial dengan mengatasnamakan “panji agama”. Salah satu contohnya dapat kita lihat konflik agama di Mesir, India, Aljazair, Prancis, khususnya “perang panjang” antara Israel-Palestina. Sebab itu dibutuhkan suatu atmosfer dengan nuansa indah dan penuh cinta di masyarakat. Di sinilah pentingnya sosok “peacemaker” sebagai pilar perdamaian dunia, sosok yang mampu mengonstruksi atmosfer indah dan penuh cinta di masyarakat. Itulah, peacemaker dari Turki, Muhammad Fethullah Gulen. Ia menciptakan dialog yang membangun (constructive...