Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

‘Abd al-Jabbār ar-Rifā‘ī dan Gagasan ‘Ilm al-Kalām al-Jadīd

Gambar
 Oleh Ihza Fazrian (Sumber: www.iranketab.ir) Apa itu ‘Ilm al-Kalām al-Jadīd? Sebagai bentuk tantangan zaman, seorang pemikir Iraq bernama ‘Abd al-Jabbār ar-Rifā‘ī menggasan sebuah pandangan teologis baru yang disebut sebagai ,‘Ilm al-kalām al-jadīd. Ilm al-kalām al-jadīd adalah sebuah upaya memberi pengertian baru atas wahyu ( al-wahy ) tanpa terikat dengan pengertian sebelumnya dalam   yang lama—dalam ilmu kalam klasik ( al-qadīm ). Dengan demikian, siapapun yang bergerak dalam diskursus ‘ilm al-kalām al-jadīd disebut teolog baru ( al-mutakallim al-jadīd) . [1] Tradisi ( at-turāṣ) bukanlah batasan dalam ‘ Ilm al-kalām al-jadīd karena diskursus ini berusaha mengintegrasikan segala ilmu pengetahuan sebagai bentuk rasionalisasinya. Basis utama diskursus ini adalah gnostik ( ‘irfān ) sebagai yang membentuk kerangka berpikir etis ( al-akhlāqī ) dan estetis ( al-jamālī ) dalam mengkonstruk pandangan teologis . [2] Ar-Rifā‘ī menggunakan ‘ilm al-kalām “ al-jadīd ” (b...

Moderasi Beragama dan Spirit Menatap Modernisme: Telaah Pemikiran Amin Abdullah

Gambar
 Oleh Al Hafidz Al Khaeri (Sumber: tajdid.id) Sekilas tentang Amin Abdullah Amin Abdullah (1959) kelahiran Pati Jawa Tengah, ia adalah seorang intelektrual muslim Indonesia. Mempunyai peran penting dalam mengembangkan pemikiran islam. memberikan angin segar kajian Islam, bahkan, boleh dikatakan, juga merupakan salah satu pemikir Islam Indonesia yang menonjol dengan gagasan-gagasan keislaman yang progresif. Pertemuan M. Amin Abdullah dengan kajian Islam pesantren dan Muhammadiyah, kajian Islam tradisi eropa, kajian Islam keindonesiaan, dan berbagai pengalaman keagamaan yang pluralistik membawanya kepada pemahaman Islam yang mencoba merangkul metode-metode pamahaman klasik dan kontemporer, dan membawanya kepada pemahaman Islam yang mampu menjawab berbagai permasalahan global. Problematika Islam di Indonesia Fanatisme Buta: Klaim kebenaran atas pemikiran keislaman tertentu disampaikan sebagai suatu gagasan yang tidak bisa dibenarkan, karena menutup kemungkinan adanya ruang-ruang penge...

Ahlu Dzimmah dan Wasathiyyah: Telaah Relevansi Pemikiran Yusuf Qardhawi dalam Konteks Modern

Gambar
 Oleh Arya Aulia Razmi (Sumber: kumparan.com) Pendahuluan Interaksi antara masyarakat muslim dengan non-muslim bukanlah hal baru. Secara historis, Islam adalah agama abrahamik terakhir yang muncul yang secara otomatis menjadikan pemeluknya anggota baru dalam suatu kelompok masyarakat. Tentunya, kehadiran agama dan pemeluknya menimbulkan reaksi bagi anggota masyarakat yang berinteraksi dengannya. Bukti kuatnya adalah apa yang dihadapi oleh Nabi Muhammad beserta para sahabatnya baik saat berada di Mekkah (saat masih minoritas) dan Madinah (saat menjadi mayoritas). Yusuf Qardhawi adalah salah seorang pemikir muslim yang memetakan bagaimana kaum muslimin pada era klasik membangun peradaban bersama anggota masyarakat non-muslim. Artikel ini akan membahas bagaimana ia mengkonstruksi turats untuk menunjukkan nilai pluralistik dalam tatanan masyarakat pada sebuah negara mayoritas muslim. Seperti bagaimana ajaran Islam mengarahkan pemeluknya dalam ber-mu‘amalah dengan non-muslim dalam berba...

Alam Perspektif Sains Islam: Pemikiran Ziauddin Sardar

Gambar
 Oleh Afda Muhammad (Artikel pada laman ini hanya ringkasan. Artikel selengkapnya dapat dibaca:  di sini ) (Sumber: datatempo.co) Pendahuluan Tonggak perjalanan Sardar penting untuk diketahui, sebab, Sardar-lah yang akhirnya turut mempercerah “fenomena epsitemologi” dalam dunia intelektualisme Islam sekitar tahun 1980, dengan mempelopori sebuah gerakan kesarjanaan masyarakat muslim di Barat bersama Parvez Manzoor, Gulzar Haider, dan Munawar Ahmad Anees. Gerakan ini merupakan sebuah gerakan yang memadukan gerakan intelektualisme Islam terdahulu, sebagaimana pernah dipelopori Seyyed Hossein Nasr (l. 1933) dan Ismā‘īl Rājī al-Fārūqī (w. 1986). Sardar memfokuskan, pada gerakan intelektual Islamnya tersebut, perhatiannya kepada pembangunan ilmu kontemporer dengan sistem yang dibasiskan atas nilai-nilai Islam. Dengan kata lain, Sardar berniat “merancang” epistemologi ilmu pengetahuan Islam kontemporer (pengilmuan Islam). Peluru kritik Sardar “memburu” para intelektual muslim yang me...

Fikih Lingkungan Hidup (Fiqh al-Bī‘ah) Ali Yafie sebagai Pandangan Hidup Berkelanjutan

Gambar
 Oleh Sulistiyo (Sumber: al-hamidiyah.sch.id) Pembahasan Ali Yafie merupakan seorang cendekiawan muslim yang berasal dari Indonesia dan termasuk salah satu ulama yang unik dengan pemikiran fiqh -nya. Sedikit tentang biografi beliau yang dilahirkan di Wani-Donggala, daerah yang berada di provinsi Sulawesi Tenggara, pada tanggal 1 september 1926. [1] Ali Yafie ini telah meninggal pada tahun 2023 lalu, tepatnya di tanggal 25 Februari, dengan meninggalkan berbagai pemikirannya, terutama pada aspek fiqh yang berorientasi pada isu sosial dan lingkungan yang cukup menginspirasi environmentalist Islam di seluruh dunia. Tentu pemikiran beliau tidak terbentuk dengan instan, tetapi terdapat beberapa pihak dan tokoh yang terlibat dalam masa perkembangan intelektualnya Ali Yafie. Sejak kecil, yaitu tepatnya pada umur 5 tahun, Ali Yafie telah diajarkan kitab kuning oleh ayahnya, yang bernama Muhammad Yafie. Hingga sampai pada tahun 12 tahun, Ali Yafie telah mahir dalam bidang tersebut, yang...