Qira’ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir: Reinterpretasi Teks-teks Relasi Perempuan dan Laki-laki
Oleh Siti Munjiah (Sumber: monitor.co.id) Agama yang kita harapkan menjadi pegangan dan pedoman dalam menjalani kehidupan, terkadang malah menjadi permasalahan karena interpretasi teks keagamaan yang stagnan pada kondisi dulu. Bahkan terkadang dari stagnansi pemaknaan ini tak sedikit menimbulkan madharat bagi kelompok tertentu, gender tertentu, ataupun situasi tertentu. Misalnya, pada 16 Oktober 2024 lalu, saat pelaksanaan debat calon gubernur dan calon wakil gubernur Provinsi Banten yang diadakan oleh KPU, di saat tanya jawab antarkandidat, pasangan nomor urut satu menanyakan soal penanganan kasus kekerasan seksual pada pasangan nomor urut dua. Cawagub Dimyati Natakusumah menjawab persoalan tersebut dengan mengutip salah satu hadis tentang keharusan memuliakan perempuan, Dimyati berpendapat bahwa seharusnya perempuan dimuliakan dan dilindungi, bukan malah diberi beban yang berat seperti menjadi seorang gubernur. Pernyataan tersebut diarahkan kepada Airin yang merupakan cagub per...