Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

Qira’ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir: Reinterpretasi Teks-teks Relasi Perempuan dan Laki-laki

Gambar
 Oleh Siti Munjiah (Sumber: monitor.co.id) Agama yang kita harapkan menjadi pegangan dan pedoman dalam menjalani kehidupan, terkadang malah menjadi permasalahan karena interpretasi teks keagamaan yang stagnan pada kondisi dulu. Bahkan terkadang dari stagnansi pemaknaan ini tak sedikit menimbulkan madharat bagi kelompok tertentu, gender tertentu, ataupun situasi tertentu. Misalnya, pada 16 Oktober 2024 lalu, saat pelaksanaan debat calon gubernur dan calon wakil gubernur Provinsi Banten yang diadakan oleh KPU, di saat tanya jawab antarkandidat, pasangan nomor urut satu menanyakan soal penanganan kasus kekerasan seksual pada pasangan nomor urut dua. Cawagub Dimyati Natakusumah menjawab persoalan tersebut dengan mengutip salah satu hadis tentang keharusan memuliakan perempuan, Dimyati berpendapat bahwa seharusnya perempuan dimuliakan dan dilindungi, bukan malah diberi beban yang berat seperti menjadi seorang gubernur. Pernyataan tersebut diarahkan kepada Airin yang merupakan cagub per...

Mahnaz Afkhami: Tradisi Lokal, Perempuan, dan Agenda Global

Gambar
 Oleh Muhammad Alfathan (Sumber: pdaspeakers.com) Feminisme Islam merupakan wacana Islam modern yang terwujud baik dalam bentuk tradisi intelektual atau gerakan sosial. Wacana ini hadir sebagai reaksi terhadap wajah konservatisme Islam yang dinilai tidak mampu menengahi jurang kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Tradisi Islam tidak lagi menampilkan pesan “raḥmatan lil ‘ālamīn” sebagai nilai “kemanusiaan”, di mana “gender”—laki-laki dan perempuan baik secara biologis atau ideologis—ditempatkan pada level yang sama. Sejak awal, memang Islam tidak memperkenalkan istilah “feminisme”, t et api nilai-nilai itu terkandung secara implisit dalam ajaran Islam. Maka sangat memungkinkan nilai-nilai tersebut dibicarakan ( ijtihād ) di tengah kompleksitas tuntutan zaman sebagai upaya tajdīd al-fikr wa al-‘urf al-Islāmī. Dalam Islam, feminisme mulai berkembang di awal abad ke-19. Tema “Gender Equality” mulai diperkenalkan oleh beberapa tokoh dari berbagai kalangan. Misalnya, muncul para ...