Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2023

Islamisme sebagai Gerakan Sosial: Antara Mesir, Iran, dan Aljazair

Gambar
  Oleh Arya Razmi (Sumber: redaksiindonesia.com)                Secara umum, pergerakan tertentu yang bersumberkan ajaran Islam disebut Islamisme. Baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi, dan sebagainya. Penganut Islamisme meyakini bahwa Islam sudah mengatur segala aspek kehidupan, dan karena hal inilah sekularisme mereka tolak. Islamisme sebagian besar hadir di berbagai negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim. Seperti negara-negara di Afrika Utara, Timur Tengah, dan India. Pada kesempatan kali ini, penulis ingin memaparkan Islamisme dalam bidang politik di Aljazair, Mesir, dan Iran. Pergerakan politik di negara-negara tersebut banyak mempengaruhi pergerakan politik Islam di wilayah-wilayah di luarnya. Terutama Mesir dan Iran, pergerakan Islamisme yang mereka kembangkan berpengaruh pada beberapa pergerakan yang ada di Indonesia.             Pergerakan Islam tumbuh subur d...

Islam Non-Sektarianisme: Perspektif Jalaluddin Rakhmat dan Ahmad Syafii Maarif

Gambar
Oleh Muhamad Alfathan Bukan menjadi suatu aib lagi bahwa dalam sejarah perjalanan Islam pergolakan sektarian merupakan problem internal yang tak kunjung selesai. Pasca wafatnya Rasulullah, umat Islam mulai dihadapkan dengan masalah persatuan. Munculnya masalah-masalah dan sentimen-s e ntimen yang melonggarkan kekuatan dan persatuan umat. Puncaknya terjadi ketika U t sman bin Affan sebagai Khalifah ketiga dibunuh. Arus perseteruan internal Islam tidak bisa dibendung lagi, karena tidak ada sosok yang bisa menengahi semua permasalahn tersebut.             Sejarah mencatat, Islam mulai retak akibat perbedaan-perbedaan dalam menyikapi permasahan tersebut. Umat Islam pecah menjadi beberapa kelompok sesuai dengan prinsipnya masing-masing. Fanatisme sektarian atau kelompok-kelompok tersebut semakin menguat bahwa yang benar adalah klaim sektenya, dan sekte yang lain dianggap sesat. Sudah menjadi watak bahwa orang-orang Arab sebelum kedata...

Hermeneutika Pembebasan Farid Esack: Sebuah Wacana Kolaborasi Antar-Umat Beragama

Gambar
  Oleh Ijlal Sasakki Hermeneutika adalah suatu metode atau pendekatan yang digunakan untuk memahami teks, terutama teks agama. Dalam konteks hermeneutika, Farid Esack adalah seorang cendekiawan muslim yang telah memberikan kontribusi penting dalam memahami dan menginterpretasikan teks agama Islam. Farid Esack adalah seorang cendekiawan Islam yang dikenal karena karyanya dalam memadukan teologi Islam dengan masalah sosial, hak asasi manusia, dan keadilan. Salah satu konsep utama dalam hermeneutika Farid Esack adalah pendekatan kontekstual, yang mengacu pada pentingnya memahami teks agama dalam konteks sosial, politik, dan budaya mereka. Esack berpendapat bahwa teks agama tidak dapat dipahami dengan benar tanpa mempertimbangkan konteksnya. Dalam hermeneutika Farid Esack, terdapat beberapa aspek penting. Pertama , konteks sosial dan sejarah. Farid Esack menekankan pentingnya memahami konteks sosial dan sejarah di mana teks agama diturunkan. Ini mencakup pemahaman tentang kondisi s...