Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2024

Membuka Kembali Nalar Intelektual Muslim Perspektif Musthafa Akyol

Gambar
  Oleh Ahmad Fauzi (Sumber: www.malaysiakini.com) Mustafa Akyol, seorang intelektual muslim, penulis, dan jurnalis berkelahiran 20 Februari 1972 asal Turki. Akyol telah dikenal karena dedikasinya terhadap pemahaman dan perkembangan pemikiran Islam kontemporer. Ia telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam diskusi seputar kebebasan beragama, hak asasi manusia, demokrasi, serta hubungan antara Islam dan modernitas. Karya-karya terkenal Akyol mencakup buku Islam Without Extremes: A Muslim Case for Liberty (2011), di mana ia mengeksplorasi bagaimana Islam dapat bersatu dengan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi. Dalam bukunya, Akyol membela ide bahwa ajaran Islam sejatinya mendukung prinsip-prinsip kebebasan individu, dan ia menolak pemahaman ekstremisme atau interpretasi Islam yang otoriter. Akyol juga aktif dalam menulis kolom di berbagai media, termasuk The New York Times, dan menjadi pembicara dalam konferensi-konferensi internasional yang membahas isu-isu terkait ...

Transformasi Islam dalam Ikhtiar Pembaharuan Ahmad Wahib

Gambar
Oleh Elang Mahardika (Sumber: mjscolombo.com) “Kita tengadahkan muka ke atas , k e alam bebas dan lepas . Di mana perkawinan pendapat bukan pengkhianatan . Di mana pertentangan pendapat bukan pengacauan . Di mana pembaharuan sikap bukan kejelekan . ”   ( Asfinawati dalam Pembaharuan tanpa Apologia ? E sai-esai tentang Ahmad Wahib ) Sebagai pribadi yang penuh kebebasan dan kejujuran, Ahmad W ahib seorang pemikir Islam yang berasal dari M adura. Dalam catatan harian yang ditulisnya, mengeruak muka kegelisahan dan pergulatan pemikiran seorang pemuda yang mempunyai visi idealisme yang tinggi. Pluralitas gagasan, transformasi ajaran, dan kesadaran akan harusnya kesinambungan historis dalam dunia keIslaman. Semua ini mengeliat dan begitu bebasnya dalam gagasan-gagasan yang lahir dari pemikiran seorang Ahmad Wahib. Tidak banyak sumber bacaan yang bisa kita ambil dari Ahmad Wahib, dirinya mati muda ketika magang sebagai wartawan Tempo, dan satu-satunya bacaan yang bisa diamb...

Teologi Islam Rasional Harun Nasution

Gambar
 Oleh Sulaiman Yusuf (Sumber: tirto.id)                Islam merupakan agama yang telah lengkap dengan segala aspeknya sudah terangkum di dalam ajarannya, seperti, sosial, politik, ekonomi, teologi, filsafat. Oleh karena itu, apabila Islam yang di dalamnya sudah lengkap maka untuk mempelajari atau menginterpretasikannya memerlukan banyak sudut pandang. Sejarah teologi pertama kali terjadi pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Pada saat itu terjadi perang Siffin, peperangan ini terjadi antara kubu Ali dan kubu Muawaiyah. Perang ini diakhiri dengan peristiwa Tahkim yang membuat perbedaan pandangan di kubu Ali. Peristiwa Tahkim inilah yang memunculkan kelompok Khawarij yang tidak sepakat dengan kubu Ali dan Muawaiyah. Sejak saat itulah muncul kelompok-kelompok dengan keyakinan masing-masing terhadap Islam. Mereka membangun pemikiran teologisnya masing-masing dan mendirikan kelompoknya tersebut menggunakan nama tokoh yang merangkai...