Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Membaca Pemikiran Cak Nun dan Gerakan Majelis Masyarakat Maiyah: Dari Primordialisme ke Universalitas Kemanusiaan

Gambar
 Oleh  Richo B. Mahendra ( Sumber: www.caknun.com ) Dalam diskursus filsafat politik, negara dan agama merupakan dua term politik yang sering dibahas dikalangan para pemikir politik. Pembahasan tersebut menyangkut bagaimana hubungan antara dua term tersebut. Dalam hal ini, beberapa pemikir modern awal memahami hubungan antar agama dan negara secara hierarkis sekaligus instrumental. Negara dipahami sebagai lembaga represif yang berposisi di atas, sedangkan agama hanya dipahami sebagai lembaga yang berada di posisi subordinat. Kedua hal tersebut harus dipahami secara terpisah. Legitimasi kekuasaan tidak memerlukan pendasaran moral doktrin religius, melainkan didasarkan pada praktik kekuasaan itu sendiri. Machiavelli menyatakan bahwa agama tidak boleh dipayungi negara, melainkan negara harus memayungi agama. [1] Sebagai sebuah lembaga represif, negara hanya menjadikan agama sebagai instrumen pelanggengan kekuasaan. Machiavelli menyatakan bahwa agama hanya merupakan pranata sosi...

Gerakan Lingkungan Berbasis Agama dalam Pemikiran Ibrahim Abdul Matin

Gambar
 Oleh Jihan Nur Salsabila (Sumber: soundcloud.com/ibrahimsalih) Perilaku konsumtif nampaknya telah melunturkan sekat antara keinginan dan kebutuhan yang sebenarnya. Manusia modern seringkali berlebihan dalam melakukan tindakan konsumtif demi mencapai kebahagiaan yang sebenarnya hanyalah kesemuan belaka. Terdapat dua hal fundamental terkait perilaku konsumtif, yaitu tingginya keinginan mengkonsumsi yang mengarah ke pemborosan serta inefisiensi dan konsumtif yang dilakukan berdasarkan pencapaian kepuasan yang bukan kebutuhan utama. Tindakan konsumtif lekat kaitannya dengan proses produksi yang merupakan pemberian nilai terhadap sesuatu. Dalam hal ini, produksi dan konsumsi saling berkelindan dan mempengaruhi satu sama lain sebab kedua proses tersebut tidak lepas dari manusia. [1] Ibrahim Abdul Matin dalam karyanya telah menyinggung hal tersebut, asumsi bahwa barang-barang memberi nilai pada seseorang adalah sebuah kebohongan. Anggapan tersebut hanya akan memicu pola konsumtif pada d...